"Sang Penyihir"

  

      Pada suatu hari, ada seorang remaja yang tinggal Bersama ibu tirinya. Remaja itu bernama Richard. Richard adalah anak tunggal, hubungannya dengan ibu tirinya pun tidak baik, mereka seringkali beradu argumen. Namun, Richard tetap bertanggung jawab atas kehidupan keluarga kecilnya. Richard bekerja sebagai pedagang. Ia memanen sayur mayur di perkebunan milik Pak Woldstone setiap musimnya dan menjualnya di pasar desa. Dagangannya pun terkadang tidak laku karna sayur mayur yang dijual terkadang sudah tidak segar karna jarak tempuh menuju pasar desa yang jauh.

Hingga di suatu saat, Richard sedang melamun di kiosnya karena tidak ada yang membeli sayur-sayurannya. Ia pun dihampiri oleh kakek tua, kakek tua ini mengenakan jubah aneh dan memberikan Richard sebuah surat tanpa sepatah kata pun. Richard pun menerima surat tersebut. Saat ia membuka surat tersebut, ia terkejut karena ia telah berpindah tempat ke sebuah menara. Saat ia melihat isi surat itu, ternyata surat itu kosong. Ia pun mencari seseorang di menara tersebut dengan harapan menemukan seseorang. Saat ia berteriak memanggil seseorang, dan ia mendengar suara samar seperti menjawab panggilannya, ia pun melanjutkan pencariannya mencari sumber suara tersebut. Ia pun sampai di suatu ruangan dimana ada banyak lilin mengelilingi orang yang sedang bertapa. Richard pun bertanya kepada orang yang bertapa tersebut, “Apakah kau yang menjawab teriakan ku?” , orang itu pun berbalik arah dan berkata “iya, benar. Pasti kamu adalah Richard? Aku sudah tau semua tentangmu. Kau tak perlu memperkenalkan dirimu lagi. Kau bisa panggil aku, Shi.” Richard pun menanyakan soal mengapa ia dikirim ke menara ini. Namun, tidak dijawab oleh Shi. Shi pun mengantarkan Richard ke ruangan kamar tidurnya.

Di kamar tidurnya, Richard teringat ibunya di rumah, walaupun ada rasa dendam kepada ibunya, Richard tetap memiliki rasa khawatir terhadap ibunya. Tanpa ia sadari hari sudah mulai gelap dan ia pun terlelap. Keesokan paginya, ia terbangun di sebuah ladang dan disampingnya sudah ada Shi. Lantas ia pun terkejut. Shi pun menjelaskan alasan mengapa Richard berada disana, “Kau disini karna aku melihat potensi pada dirimu membantu banyak orang. Aku akan mengajari mantra-mantra untuk membantu orang.” Dengan kalimat itu Richard pun semakin tertarik mengikuti Shi. Akhirnya, Richard pun mengikuti latihan yang diajarkan oleh Shi.

Bertahun-tahun kemudian, Richard pun sudah ahli dalam sihir menyihir. Ia pun diamanahi oleh Shi untuk berkelana dan membantu orang-orang yang sedang kesusahan. Hari demi hari ia lalui, membantu orang-orang yang kesusahan, nama Richard sang Penyihir pun semakin dikenal banyak orang. Namun, hal ini membuat Shi semakin ragu dengan Richard. Semakin hari sifat Richard pun menjadi sangat angkuh dan ia pun berpikiran untuk membalas dendam ibu tirinya karna sudah membuat kesan yang buruk semasa tinggal bersamanya.

Richard pun datang ke rumah lamanya dan mencari ibunya. Saat ibunya menghampirinya, ibunya pun mengatakan “Richard darimana saja kamu? Ibu rindu denganmu, ibu aman di rumah selama kamu pergi.” Namun, dengan angkuhnya, Richard pun menjawab “Aku sudah terkenal, ibu baru mengakuiku, saat aku hidup denganmu, aku tak menemukan kebahagiaan.” Richard pun mengatakan mantra-mantra dan pengarahkan tongkatnya terhadap ibunya. Namun, taka da satu pun mantra yang bekerja. Pada saat yang sama, Shi pun dating dan mengatakan “Mantra-mantra ini dibuat untuk kebaikan bukan untuk balas dendam ataupun unjuk kehebatan.” Akhirnya, Shi pun menghukum Richard karna ingin menyalahgunakan mantra sihir untuk kejahatan, Shi pun mencabut keahlian sihir menyihir Richard dengan paksa dan ingatan soal kehebatan Richard di semua warga desa. Richard pun kembali menjadi Pedagang sayur mayur. Namun, kehidupan ibunya sangat Makmur, ia diberi banyak harta oleh Shi sebagai tanda minta maaf.

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Jemima Tanjung, Ibu Inspiratif yang Didik Anak Jalanan dan Tak Mampu